Jantung Lebah Ratu: Himpunan Puisi

Jantung Lebah Ratu Himpunan Puisi Jantung Lebah Ratu berisi puisi yang ditulis oleh Nirwan Dewanto pada kurun Puisi puisinya muncul dalam beragam bentuk seperti gurindam pantun dan haiku dari Jepang Pilihan kata yang dig

  • Title: Jantung Lebah Ratu: Himpunan Puisi
  • Author: Nirwan Dewanto
  • ISBN: 9789792236668
  • Page: 146
  • Format: Paperback
  • Jantung Lebah Ratu berisi 46 puisi yang ditulis oleh Nirwan Dewanto pada kurun 2005 2007 Puisi puisinya muncul dalam beragam bentuk seperti gurindam, pantun dan haiku dari Jepang Pilihan kata yang digunakan Nirwan menunjukkan bahwa si penyair benar benar menguasai bahasa Indonesia baik dari segi pemaknaan maupun estetika Semua puisi dalam kumpulan ini telah dimuat di beJantung Lebah Ratu berisi 46 puisi yang ditulis oleh Nirwan Dewanto pada kurun 2005 2007 Puisi puisinya muncul dalam beragam bentuk seperti gurindam, pantun dan haiku dari Jepang Pilihan kata yang digunakan Nirwan menunjukkan bahwa si penyair benar benar menguasai bahasa Indonesia baik dari segi pemaknaan maupun estetika Semua puisi dalam kumpulan ini telah dimuat di berbagai media masa dan beberapa di antaranya diterjemahkan ke bahasa Inggris, Jepang dan Belanda.

    One thought on “Jantung Lebah Ratu: Himpunan Puisi”

    1. Membaca himpunan puisi Nirwan Dewanto lebih memusingkan daripada mengisi teka-teki silang. Pada teka-teki silang, kita bisa mendapat petunjuk dari huruf2 yang ada yang saling terhubung. Sedang pada puisi Nirwan Dewanto anda mendapatkan kata, tempat, nama yang anda tidak tahu atau yang lebih parah lagi konteks yang anda tidak mengerti. Dan celakanya tidak ada petunjuk sama sekali, apa maksud dari semua kata-kata ini.Saya jadi ingat saat teman kost saya membeli kumpulan puisi Sutardji Calzoum Bach [...]

    2. sajak-sajaknya ngintelek, beraneka jurus2 puisi bisa disaksikan di sini. tapi ia seperti keasyikan berjurus2ria hingga melalaikan hakikat puisi sebagai bukan sekedar olah pikir tapi (yang utama) olah batin.

    3. puisi-puisi Nirwan Dewanto memang beda dari karya penyair lain. permainan kata, akrobat bahasa, nyeleneh tapi asyik.

    4. Salah satu puisi yang saya suka:MAWAR TERJAUHKau benih hujan pagi hari,aku payung yang lama iri.Kau airmata di ujung jari,aku saputangan matahari.Jika kau dalam gaun merah,aku bekas tangan di perutmu.Tapi kau juga genangan darah,ketika aku urung mencintaimu.Kau cermin terlalu menunggu,aku wajah yang memurnikanmu.Tumpahkanlah tilas semua dara,sampai jantungmu serimbun bara.Kau pemilik hujan sepenuh hari,aku payung terlampau sembunyi.Mari, lekaslah kelabui Januari,sebab aku terkulai ke tepi nyanyi [...]

    5. Andaikata Umar Kayam masih hidup, mungkin dia akan memeluk puisi ini. Saya tidak habis pikir tentang ini sajak, mengagumkan.Sebagaimana kata KADAL GANDRUNG RAGAJAMPI Nirwan Dewanto merupakan penyair yang secara baik menyembunyikan diri dari perubahan yang besar namun mendadak menjadi hero di tengah bosannya sajak-sajak yang ada. Saya tersihir, dan melupakan karya yang ada. Judul-judul seperti Boogie Woogie, Gandrung Campuhan, dan Gong merupakan hikayat yang bermain pada bahasa. Mungkin agak seru [...]

    6. Ternyata membaca buku puisi ini membutuhkan extra energihehehehe. Biasanya kalo susah dimengerti saya akan mencoba untuk membaca dengan menikmati setiap katanya tapi berusaha untuk memahami artinya. Tapi setuju juga sama beberapa pendapat bahwa puisi Nirwan kaya kata dan bahasa, bahkan puisi-puisi ini terkesan agak aneh dan nyeleneh. Nyelenehnya karena menggunakan kata-kata yang asing tapi lucu, seperti contoh pada puisi Boogie Woogie dan Gandrung Campuhan atau nama-nama tempat asing yang belum [...]

    7. Himpunan puisi ini, keseluruhannya menceritakan tentang fauna (ada juga cerita tentang flora dan lainnya) pada pembacaan aku. Puisi-puisi (juga cerpen pendek, haiku) yang penuh dengan metafora tinggi, lenggok bahasa yang mewah serta kekayaan kosakata kadang membuatkan aku sukar untuk capai akan maknanya. Ya, begitu dalam kerna aku terpaksa baca berulang-kali untuk faham dan ada juga yang aku sampai sudah tak faham. Faham-fahamlah. Untuk penulis pula, ini kali pertama aku membaca karyanya. Aku te [...]

    8. Puisi dengan bahasa tingkat dewa zeus. Banyak yg susah dimengerti.Tapi penulisan dan diksinya emang indah banget sih.Beliau banyak mempuisikan suatu benda/mahluk, dan ditaruh untuk judul, dengan isi cerita tentang benda/mahluk itu dalam posisinya sebagai sesuatu yang gak sama sekali kepikiran sama gue.Ada beberapa puisi yang semacam cerita, misal yang Lebah Ratu.Gue menikmatinya.

    9. sajak-sajaknya kok sepertinya terlalu tekhnis. sekedar menunjukkan kecerdasan rasio belaka, ya. sehingga kering. kurang mendarah-daging. kurang terasa "duk" kesandung batunya :D. meski gak semua. tapi memang cerdas ya Bang Nirwan ini *ya iyalah*. saya tiarap saja deh :D.

    10. Gelap, telanjang, nikmat, sekaligus menebar segala jurus. Maknanya seperti aurora yang perlu pembacaan ulang.

    11. What i do like on Nirwan's work is his simplicity as he wrote on Es Krim (Ice Cream)"On verve of tongue, the mother of limescrews the smoothness of cottonwith the milk of summers"

    12. Boleh disebut membaca nggak ya? Soalnya membacanya dari group n menunggu update kawan-kawan GRI. Nggak modal bangethehe

    13. Puisi paling intelek. Saking inteleknya saya cuma bisa melongo dengan kata-kata ajaib yang dituliskan mas Nirwan, namun tetap enak dibaca dan dimusikalisasikan (dalam hati) :p

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *